Sifat
kepemimpinan merupakan bakat dan bawaan seseorang sejak lahir. Tetapi
dalam organisasi, kepemimpinan kerap dipandang secara struktural, sesuai
dengan jenjang jabatan seseorang. Karena itu, seorang manajer pun,
meskipun belum tentu memiliki bakat memimpin, harus bersikap layaknya
seorang pemimpin yang baik agar dihormati. Mereka tak boleh lupa bahwa
pemimpin memberikan contoh, dan gerak-geriknya diperhatikan oleh anak
buahnya.
Dalam
blog Harvard Business Review, Deborah Mills-Scofield, pemodal ventura
serta konsultan strategi dan inovasi asal Amerika Serikat, menulis
sebuah artikel menarik tentang kepemimpinan. Dia memaparkan empat
pelajaran yang dia terima dari atasan-atasan terbaik yang pernah bekerja
sama dengannya. Pelajaran-pelajaran itu adalah:
-
Pemimpin yang baik mendukung orang-orang berbakat yang ada dalam timnya.
Ketika
Anda menemukan talenta dalam diri anak buah, lakukan hal-hal untuk
mendukung dan menyemangati mereka. Beri dia kesempatan untuk sukses dan
bantu dia ketika gagal. Pemimpin yang baik berani mengambil risiko
secara personal demi mengembangkan pribadi yang potensial.
-
Pemimpin yang baik menuntun anak buahnya mencapai passion-nya.
Perhatikan anak buah Anda dan kenali passion-nya. Pastikan passion itu sejalan
dengan tujuan organisasi. Beri dia tantangan dan kesempatan untuk
berkarya. Berikan mereka pujian jika sukses, dan berikan nasihat jika
ia gagal. Ketika anak buah gagal, pemimpin tidak takut untuk mengambil
alih tanggung jawab.
-
Pemimpin yang baik selalu ingat bahwa anak buahnya adalah manusia, yang harus diperlakukan dengan baik.
Banyak
perusahaan memperlakukan karyawannya dengan baik. Misalnya dengan
memberikan gaji dan tunjangan sesuai dengan haknya. Tetapi, terkadang
mereka lupa memperlakukan karyawannya sebagai manusia. Berikan waktu
bagi karyawan Anda untuk berlibur dan menghabiskan hak cutinya. Mereka
membutuhkan refreshing. Selama mereka sedang berlibur, jangan ganggu
mereka dengan urusan pekerjaan.
-
Pemimpin yang baik memberi kepercayaan kepada anak buah.
Kepercayaan
akan melahirkan tanggung jawab dan kerelaan dalam diri anak buah
untuk belajar dan menyelesaikan pekerjaannya sebaik mungkin.
Kepercayaan ini dapat melahirkan kredibilitas dan akuntabilitas dalam
diri anak buah.
Deborah
beruntung karena dia bisa mendapatkan pelajaran-pelajaran itu secara
langsung dari orang-orang yang pernah menjadi atasannya. Bagaimana
dengan Anda? Apa yang Anda pelajari dari atasan Anda, atau sebagai
atasan, pelajaran apa yang ingin Anda sampaikan kepada anak buah?